Wujudkan Ketahanan Pangan Mandiri, Pemuda Tani Setrojenar Tanam Semangka Serentak

Lahan tanaman semangka di pesisir desa setrojenar

BULUSPESANTREN, Talanews.net, – Aksi nyata wujudkan ketahanan pangan mandiri, Kelompok Pemuda Tani Sukses Desa Setrojenar, Kecamatan Buluspesatren, Kabupaten Kebumen olah lahan untuk persiapan tanam semangka serentak. Kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan yang di canangkan oleh Pemerintah. Kelompok Pemuda Tani Setrojenar, merupakan wadah bagi para petani milenial yang bergerak dalam tanaman hortikultura dengan tidak meninggalkan tanaman pangan seperti jagung, padi dan lainnya.

Sukamto salah satu anggota Kelompok Pemuda Tani mengatakan, saat ini bersama sejumlah petani lainnya sedang menyiapkan pengolahan lahan untuk di tanami benih buah semangka, dirinya mengaku saat ini akan mananam sebanyak 4.000 batang bibit semangka.

“Musim tanam kali ini, tanaman semangka saya ada sekitar 4.000 batang, disekitar Lokasi tana mini juga ada sekitar 16 petani muda yang sedang menyiapkan lahan tanam” Tuturnya.

Pemuda tani setrojenar persiapan olah lahan semangka.

Sukamto menjelaskan, musim tanam kali ini dilakukan serentak yang diperkirakan masa panennya nanti bertepatan pada momentum bulan puasa ramadhan yang biasanya permintaan meningkat dengan harga yang cukup baik. untuk biaya perawatan dalam satu musim pada tanaman per seribu batang menelan modal sebanyak tiga juta rupiah, sehingga harus menyesuaikan kemampuan dari setiap petaninya.

“Jika tanam 1000 batang bisa menghabiskan modal sekitar 3 juta rupiah sejak tanam hingga panen” Jelasnya.

Sementara itu, Darno seorang petani semangka lainnya mengatakan bahwa untuk perawatan tanaman semangka di lahan pasir yang harus diperhatikan yakni mengenai ketercukupan penyiraman air. Bahkan sehari bisa dua kali siram yakni pagi dan sore hari.

“Penyiraman tanaman semangka di lahan pesisir sehari dua kali saat pagi dan sore”Katanya.

Menurut mereka, adanya program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh pemerintah cukup bagus, namun realisasinya belum dapat dirasakan oleh para petani. terlebih masih sulitnya untuk mendapatkan pupuk subsidi.(Tnews)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com